Rabu, 30 Oktober 2013

Tulisan 1 Psi. Manajemen



1. Fungsi Manajemen Pada PT.Telkom

PT Telekomunikasi Indonesia atau lebih dikenal dengan nama Telkom merupakan sebuah perusahaan penyelenggara informasi dan komunikasi (infocom) serta penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap (full service and network provider) di Indonesia.
Asman Akhir Nasution, Staf Ahli Menparpostel bidang Hubungan Antar-Lembaga Parpostel terpilih menjadi Dirut PT Telkom yang baru menggantikan Setyanto Prawira Santosa. Dalam Rapat Umum Tahunan Para Pemegang Saham (RUPS) PT Telkom di Jakarta, Jumat (17/5), AA Nasution dibantu para anggota direksi Dadad Kustiwa, John Welly, Andi Siswaka Faisal dan Harry Supangkat.
Telkom menjadi pemegang saham mayoritas di sembilan anak perusahaan, termasuk PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Kontribusinya terhadap pemerintah diwujudkan melalui PPh badan dan deviden.
Dengan pencapaian dan pengakuan yang diperoleh Telkom, penguasaan pasar untuk setiap portofolio bisnisnya, kuatnya kinerja keuangan, serta potensi pertumbuhannya di masa mendatang, pada saat ini Telkom menjadi model korporasi di Indonesia.
Menurut Asman Akhir Nasution, untuk selalu mempertahankan tingkat pertumbuhan, marjin keuntungan dan kualitas perusahaan secara menyeluruh,dalam prosesnya tidak terlepas dari manajemen yang berunsur Planning,Organizing,Actuating,dan Controlling (POAC).
Adapun salah satu perencanaan dari PT Telkom yaitu mengenai infrastruktur sebagai penunjang jaringan komunikasi di Indonesia.
Dengan adanya infrastruktur tersebut, maka pelayanan akan komunikasi menjadi semakin mudah dan lancar, bahkan tidaklah mustahil untuk dapat menjangkau daerah atau pulau-pulau yang terpencil demi tetap menjaga keutuhan NKRI . Dengan jalan pemasangan berbagai infrastruktur komunikasi, maka secara tidak langsung Telkom juga ikut berpartisipasi di dalam mengembangkan daerah di Indonesia. Hal ini tidak dapat lepas dari peran Telkom sebagai agent of development (agen pembangunan).
Dalam merencanakan infrastruktur terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan antara lain:
1.Perkembangan teknologi yang selalu berkembang
2.Estetika (tata kota), seberapa jauh Telkom dapat menunjang tata kota
3.Pertimbangan bisnis
Selain itu, kebijakan perusahaan dalam mengembangkan lingkungan strategis yaitu melalui CSR (Corporate Sosial Responsibility) akan menjadi landasan dari program-program kolaborasi yang terkait dengan pemberdayaan mahasiswa di dalam mengembangkan kemampuan kewirausahaan melalui program Cooperative Academic Education (CO-OP).
Program Cooperative Academic Education yaitu belajar bekerja secara terpadu yang melibatkan tiga pihak, yaitu mahasiswa, Perguruan Tinggi dan dunia usaha. Program ini merupakan salah satu strategi pendidikan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengintegrasikan mahasiswa dengan berbagai latar belakang ilmu dari bangku kuliah dengan pengalaman kerja yang produktif (“work-based learning” atau “work-integrated learning”), agar mahasiswa dapat menemukan dan mengalami sendiri apa yang disebut “dunia kerja”.
Tata Kelola Perusahaan (Kemitraan dan Bina Lingkungan)
  1. Program Kemitraan
    Program kemitraan Telkom bertujuan untuk mendorong kegiatan atau pertumbuhan ekonomi dan terciptanya pemerataan pembangunan melalui perluasan lapangan kerja dan kesempatan berusaha, serta peningkatan taraf hidup masyarakat, baik antara perusahaan dan mitra binaan maupun antar mitra binaan sehingga membawa manfaat bagi kelangsungan usaha.
  2. Program Bina Lingkungan
    Program bina lingkungan berbentuk bantuan sosial masyarakat yang bersifat hibah murni (charity/sukarela) dalam rangka peningkatan citra perusahaan.

Tugas Psikologi Manajemen 2



Pengorganisasian Struktur Manajemen
A.    Definisi Pengorganisasian
Adalah suatu proses pembentukan kegunaan yang teratur untuk semua sumber daya dalam system manajemen. Penggunaan yang teratur tersebut menekankan pada pencapaian tujuan system manajemen dan membantu wiraswastawan tidak hanya dalam pembuatan tujuan yang Nampak tetapi juga dalam menegaskan sumber daya yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.

B.     Definisi Struktur Organisasi
Struktur Organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan yang di harapakan dan di inginkan. Struktur Organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan aktivitas dan fungsi dibatasi. Dalam struktur organisasi yang baik harus menjelaskan hubungan wewenang siapa melapor kepada siapa, jadi ada satu pertanggung jawaban apa yang akan di kerjakan.

C.     Pengorganisasian Sebagai Fungsi Manajemen
Pengorganisasian adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan pembagian tugas. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, dan pada tingkatan mana keputusan harus diambil.




Actuating Dalam Manajemen
A.    Definisi Actuating
Actuating adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agarsemua agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapaisasaran yang sesuai dengan perencanaan manejerial dan usaha-usaha organisasi. artinya menggerakkan orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau dengan kesadaran secarabersama-sama untuk mencapai tujuan dikehendaki secara efektif.

B.     Pentingnya Actuating
Karena penggerakan berfungsi untuk menggerakan fungsi-fungsi manajemen yang lain, seperti perencanaan, pengorganisasian, pengawasan.  Hal yang penting untuk diperhatikan dalam pelaksanan (actuating)ini adalah bahwa seorang karyawan akan termotivasi untukmengerjakan sesuatu jika :
a. Merasa yakin akan mampu mengerjakan,
b. Yakin bahwa pekerjaan tersebut memberikan manfaat bagi dirinya,
c. Tidak sedang dibebani oleh problem pribadi atau tugas lain yanglebih penting, atau mendesak,
d. Tugas tersebut merupakan kepercayaan bagi yang bersangkutan

C.     Prinsip-prinsip Actuating

Menurut Kurniawan (2009) prinsip-prinsip dalam penggerakan/actuating antara lain:
·        Memperlakukan pegawai dengan sebaik-baiknya
·        Mendorong pertumbuhan dan perkembangan manusia
·        Menanamkan pada manusia keinginan untuk melebihi
·        Menghargai hasil yang baik dan sempurna
·        Mengusahakan adanya keadilan tanpa pilih kasih
·        Memberikan kesempatan yang tepat dan bantuan yang cukup
·        Memberikan dorongan untuk mengembangkan potensi dirinya




Mengendalikan fungsi manajemen

A.    Definisi Mengendalikan (Controlling)

Perolehan dan penggunaan informasi untuk membantu mengkoordinasikan proses pembuatan perencanaan dan pembuatan keputusan melalui organisasi dan utnuk memandu perilaku manajemen. Fungsi-Fungsi Manajemen Kegiatan dalam fungsi Pengendalian/Pengawasan (Controlling) :
  • Mengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan.
  • Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin ditemukan.
  • Melakukan berbagai alternatif solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian tujuan dan target.
B.     Langkah-langkah dalam kontrol

Proses Pengendalian Manajemen :
1.      Perencanaan Strategi
2.      Penyusunan Anggaran
3.      Pelaksanaan Anggaran
4.      Evaluasi Kinerja
Pengendalian Tugas proses untuk memastikan bahwa tugas yang spesifik dilaksanakan secara efektif dan efisien.
C.     Tipe Kontrol Manajemen
Tipe kontrol manajemen dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok, yaitu:

1. Pengendalian preventif (prefentive control). Dalam tahap ini pengendalian manajemen
terkait dengan perumusan strategic dan perencanaan strategic yang dijabarkan dalam bentuk
program-program.

2. Pengendalian operasional (Operational control). Dalam tahap ini pengendalian manajemen
terkait dengan pengawasan pelaksanaan program yang telah ditetapkan melalui alat berupa
anggaran. Anggaran digunakan untuk menghubungkan perencanaan dengan pengendalian.

3. Pengendalian kinerja. Pada tahap ini pengendalian manajemen berupa analisis evaluasi kinerja berdasarkan tolok ukur kinerja yang telah ditetapkan.
D.    Proses Kontrol Manajemen
Strategi memiliki kaitan yang erat dengan konsep perencanaan dan pengambilan keputusan, sehingga strategi berkembang menjadi manajemen strategi. Pengertian manajemen sendiri adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengawasan terhadap upaya-upaya yang dilakukan anggota organisasi dan penggunaan segala macam sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan organisasi.
Dari definisi tersebut terdapat empat (4) frasa penting berikut ini:
  1. Manajemen strategi merupakan suatu proses
  2. Proses digunakan untuk merumuskan dan mengimplementasikan
    strategi
  3. Strategi digunakan untuk menyediakan costumer value terbaik
    guna mewujudkan visi organisasi
  4. Manajer dan karyawan adalah pelaku manajemen strategi.
Pengendalian setidaknya melibatkan beberapa aktivitas yaitu:
  • Menentukan apa yang akan diukur
  • Menentukan standar yang telah ditentukan sebelumnya
  • Pengukuran kinerja
  • Membandingkan hasil pengukuran dengan standar
  • Tindakan koreksi.
Dalam hal proses pengendalian manajemen ini diperlukan karena dapat dilakukan perbaikan secara cepat dan tidak harus menunggu sampai satu periode pelaksanaan strategis selesai, karena itu strategis yang sebelumnya telah ditetapkan sebenarnya tidak efektif lagi. Terdapat beberapa jenis pengendalian yang perlu dilakukan yaitu:
  • Pengendalian Asumsi (Premis Control)
  • Pengendalian Implementasi (Implemention Control)
  • Pengawasan Strategis (Strategis Surveillance)
  • Pengendalian Peringatan Khusus (Spesial Alert Control)

Daftar Pustaka
Wiratmo, Maskur. Pengantar Kewiraswastaan-kerangka dasar memasuki dunia bisnis. BPFE-Yogyakarta. Yogyakarta. 1996
Mulyono. 2008. Manajemen Administrasi dan Organisasi Pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. 



Selasa, 08 Oktober 2013

TULISAN KASUS MANAJEMEN


Kasus 1 :


PERUSAHAAN TERBESAR BIDANG FOTOGRAFI BANGKRUT



                 Salah satu perusahaan dari Amerika yang dikenal sebagai perusahaan peralatan fotografi terkemuka di dunia kini jatuh bangkrut setelah gagal beradaptasi dengan kemajuan teknologi di tengah populernya kamera digital dan ponsel pintar berfitur kamera. Menurut kantor berita Reuters, Perusahaan tersebut mengajukan perlindungan pailit ke Pengadilan di Kota New York pada Rabu waktu setempat. Di AS, perusahaan yang jatuh bangkrut berhak mengajukan perlindungan pailit ke pengadilan, sesuai peraturan yang dikenal sebagai Chapter 11, agar tidak sampai dilikuidasi.
Selanjutnya pengadilan akan menentukan apakah perusahaan yang bangkrut ini, sesuai kesepakatan dengan pihak-pihak kreditur, bisa diselamatkan melalui penjualan aset atau restrukturisasi korporat.
Didirikan 130 tahun lalu, perusahaan Amerika itu pernah merajai industri peralatan fotografi, seperti penjualan kamera dan film. Bahkan perusahaan ini pula yang memperkenalkan teknologi kamera digital.
Perusahaan yang selama dekade 1980an hingga 1990an sudah merasa nyaman sebagai pemain nomor satu industri fotografi. Konsumen kini sudah meninggalkan pemakaian film - yang menjadi bisnis inti perusahaan ini - dan sejumlah kompetitor mengembangkan produk kamera digital. Apalagi kini muncul teknologi ponsel pintar, yang dilengkapi dengan kamera beresolusi tinggi.
Dalam beberapa tahun terakhir, pendapatan perusahaan pun terus menurun tajam. Dulu mempekerjakan lebih dari 60.000 orang di mancanegara, kini hanya memiliki sekitar 7.000 pekerja. Kalangan media massa beberapa hari lalu sudah memperkirakan bahwa perusahaan ini terancam jatuh bangkrut. Manajemen perusahaan sempat menyatakan akan fokus ke industri percetakan dan produk konsumen lain. Namun strategi itu gagal. Kini, demi bertahan hidup, perusahaan berupaya mengandalkan penjualan sekitar 1.100 hak paten teknologi produk fotografi.

Menurut pendapat saya mungkin kebangkrutan ini terjadi karena perusahaan tersebut kurang mengamati perkembangan teknologi dari tahun ke tahun yang semakin maju. Dan juga kurang dapat mengimbangi persaingan dengan perusahaan-perusahaan lain yang menciptakan produk yang lebih canggih dan berinovasi tiap tahunnya. Serta mungkin karena perusahaan ini yang merasa selalu menjadi yang terbaik selama hampir 10 tahun. Sehingga tidak memperhatikan perusahaan lain yang mulai siap bersaing dengan produk-produk canggih lainnya. Harusnya perusahaan ini lebih memperhatikan perkembangan zaman yang semakin pesat dunia teknologi sehingga dapat memuaskan permintaan masyarakat dengan produk –produk ciptaannya.

Kasus 2 : 
BURUKNYA MANAJEMEN ORGANISASI SEPAKBOLA INDONESIA
Belakangan ini salah satu organiasasi sepakbola di Indonesia banyak disorot untuk melakukan berbagai perubahan di dalamnya. Masyarakat menuntut organiasasi tersebut untuk memperbaiki kinerjanya. Selain dari masyarakat, pemerintah pun menyerukan hal yang sama.
Perkara ini disebabkan oleh berbagai ketidakberesan yang terjadi di dalam organisasi. Mereka dinilai gagal dalam membangun persepakbolaan Indonesia. Jangan dulu membicarakan prestasi internasional timnas Indonesia, di lingkungan nasional saja masih banyak hal harus dibenahi. Carut marut semakin parah ketika banyak terjadi dugaan korupsi di dalam tubuh organiasasi ini. Krisis kepercayaan terhadap pengurus organisasi semakin menguatkan dorongan untuk mengubah organisasi ini.
Akan tetapi berbagai tuntutan yang diajukan oleh banyak pihak tidak digubris oleh organiasasi ini. Mereka terkesan menutup diri dari pendapat dan saran yang diberikan oleh publik sepakbola Indonesia. Berbagai upaya yang dilakukan untuk mengubah organisasi organiasasi ini mulai dari demonstrasi, Kongres Sepakbola Nasional, pembuatan liga tandingan senantiasa digagalkan oleh petinggi organisasi. Bahkan intervensi yang akan dilakukan oleh pemerintah, mereka malah balik menantang pemerintah dan menyalahkan pemerintah. Mereka seolah-olah merasa tidak ada yang salah dengan apa yang terjadi di organisasinya.
Menurut saya buruknya manajemen organisasi ini karena arogansi para pemimpin di organiasasi yang selalu merasa dirinya benar dan tidak mau mendengarkan pendapat publik. Padahal publik hanya ingin membantu memberi masukan agar organisasi ini dapat memperbaiki kinerja mereka. Serta karena mereka merasa memiliki organiasasi yang kuat, mungkin hal tersebut merupakan hal yang positif namun jika terlalu berlebihan justru malah menjadi hal yang merugikan. Karena pengurus merasa bahwa organisasi ini miliknya dan dapat sesuka hati mereka untuk membawa kemana organisasi ini tanpa menerima masukan dari orang-orang yang ingin membantu. Harusnya mereka lebih mendengarkan pendapat publik dan bisa menerimanya, jangan seperti katak dalam tempurung, karena tidak selamanya manusia itu benar.

TUGAS PSIKOLOGI MANAJEMEN


1  1.      Apa itu Manajemen?
Manajemen adalah proses untuk memperoleh tujuan organisasi melalui upaya bersama dengan sejumlah orang atau juga sumber milik si organisasi.
2  2.    Jenis-jenis Manajemen

§      Manajemen Pemasaran
Manajemen Pemasaran adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada    intinya berusaha untuk mengidentifikasi apa sesungguhnya yang dibutuhkan oleh konsumen, dana bagaimana cara pemenuhannya dapat
diwujudkan 

§     Manajemen Produksi

Manajemen Produksi adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang ditetapkan berdasarkan keinginan konsumen, dengan teknik produksi yang seefisien mungkin, dari mulai pilihan lokasi produksi hingga produk akhir yang dihasilkan dalam proses produksi

§    Manajemen Keuangan

Manajemen Keuangan adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk memastikan bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan mampu mencapai tujuannya secara ekonomis yaitu diukur berdasarkan profit. Tugas manajemen keuangan diantaranya merencanakan dari mana pembiayaan bisnis diperoleh, dan dengan cara bagaimana modal yang telah diperoleh dialokasikan secara tepat dalam kegiatan bisnis yang dijalankan

§     Manajemen Informasi

Manajemen Informasi adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha memastikan bahwa bisnis yang dijalankan tetap mampu untuk terus bertahan dalam jangka panjang. Untuk memastikan itu manajemen informasi bertugas untuk menyediakan seluruh informasi yang terkait dengan kegiatan perusahaan baik informasi internal maupun eksternal, yang dapat mendorong kegiatan bisnis yang dijalankan tetap mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di masyarakat 

3   3.      Apa itu kepemimpinan ?
Kepemimpinan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok, kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang yang diinginkan oleh kelompoknya, untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok.


1.      Apa itu perencanaan ?
  Perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi imanajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain—pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan tak akan dapat berjalan.

2.      Manfaat Perencanaan

§    Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan.
§    Membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami.
§     Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti.
§    Manajer dapat memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas
§    Standar pelaksanaan dan pengawasan

3.     Jenis-Jenis Perencanaan  dalam Organisasi

Berdasarkan jangka waktunya, rencana terbagi menjadi 2 macam yaitu:
§  Rencana jangka panjang( long term plan)
Yaitu rencana yang memiliki jangka waktu lima tahun lebih.
§  Rencana jangka pendek( short term plan)
Yaitu rencana yang memiliki jangka waktu satu sampai tiga tahun.
Pembagian jenis rencana dapat dilihat dari antara jenis rencana yang dibuat dan jenis keputusan yang dibuat. Pada saat perusahaan berhubungan dengan berbagai aktifitas/masalah yang membutuhkan keputusan rutin (programmed decision), perusahaan dapat membuat rencana yang bisa diterapkan untuk mengatasi berbagai aktivitas atau masalah rutin trsebut. Rencana ini disebut sebagai rencana berkelanjutan (standing plan). Misalnya aturan, kebijakan dan standard operating procedure (SOP).
Sebaliknya, perusahaan dapat mengembangkan rencana yang ditujukan untuk mengatasi masalah program yang tidak terprogram (unprogrammed decision) rencana ini disebut sebagai single-use plan. Proses pembuatan rencana akan dijelaskan sebagai berikut:
a)    Menetapkan tugas dan tujuan
b)   Observasi dan analisa
c)    Mengadakan kemungkinan-kemungkinan, seperti kemungkinan besar biaya, lamanya penyelesaian, dan efektivitas-efektivitas lainnya
d)   Menentukan sintesa (alternatif dari kemungkinan-kemungkinan)

     Daftar Pustaka
Mukhy, Muhammad Abdul & Saputro, Imam Hadi.1991. Pengantar ManajemenUmum. Depok : Gunadarma